Matahari sudah mulai tinggi, azan waktu salat zuhur sudah dekat. namun hawa dingin mulai terasa di kulit, khas kota Batu. Bergantung kepada google maps, mobil yang membawa sepuluh set kardus Wakaf Al-Qur’an Braille berkelana melewati area sawah dan kebun. “OLABIZ, Pesantren Enviropreneur” tertulis di atas gerbang, tanda tujuan sudah dekat. Yayasan Griya Qur’an Difabel kali ini (29/7) bersama dengan Dompet Bina Umat Sejahtera (DBUSA) untuk mendistribusikan Wakaf Al-Qur’an Braille.
Mobil terhenti di seberang sungai karena tidak ada jalurnya. Iya, sungai mengalir di depan tiga bangunan pondok Olabiz. Dua bangunan untuk asrama dan kelas, bangunan lainnya merupakan masjid. Kemudian Ustaz Azam, begitu panggilannya, mendatangi kami bersama dua santrinya untuk membawakan Al-Qur’an Braille melewati sungai.

“Semoga ini menjadi kebaikan untuk semuanya, dan menjadikan syiar Al-Qur’an menjadi lebih luas” kata Ustaz Irul, ketua Yayasan Griya Qur’an Difabel saat menyerahkan kardus berisikan Al-Qur’an Braille.
Ustaz Irul juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa wejangan kepada santri pondok pesantren Olabiz setelah salat Zuhur. Harapannya, para santri pesantren bisnis Olabiz dapat mengambil inspirasi dan semangat belajar Al-Qur’an dari beliau.

